Sedikit cerita tentang apa yang terjadi hari Jumat, 11 Desember 2015 lalu di gedung dekanat lantai 2, di bagian keuangan..
Usai UAS siang itu, Gue dan Fadli sedang merapikan sejumlah uang (bantuan dana dekanat) yang baru aja cair, menghitung ulang nominal-nominalnya, memisahkan berdasarkan jatah masing-masing pengaju, merekap data, dll. Sebenernya gue udah demisioner dari tanggal 4 Desember, tapi masalah pencairan dana ini memang belum selesai semuanya, dan gak mungkin gue lepas tangan dan menurunkan begitu saja ke Komisi keuangan 2016.
“Semoga kuliah kalian dilancarkan, ya. Udah mau capek-capek ngerjain ini semua, lagi UAS pula, bahkan digaji pun nggak", kata Mbak Dewi, salah satu staf keuangan dekanat yang bersangkutan.
“Biasanya kalau diberi sesuatu yang berat di satu bagian, bagian lain dimudahkan. Insya Allah kuliah dan ujian-ujian kalian diberi kemudahan, ya," lanjut Mbak Dewi.
Jleb. Hati gue semacam ditohok (atau apapun bahasanya). Di satu sisi hati gue berteriak meng-‘aamiin’-kan doa Mbak Dewi tadi. Tapi di satu sisi gue juga bertanya-tanya; sudah seikhlas apa gue melakukan ini semua sehingga pantas untuk dimudahkan di urusan lainnya?
No comments:
Post a Comment