Friday, 26 June 2015

Ga tau

Beberapa nilai udah keluar. IP sementara udah ada. Kalo ada yg nanya gimana perasaannya? 

Ga tau

Mau sedih? Yha usaha semester kemaren emang cuma segitu.

Mau kecewa? Yha jgn kecewa ama angka dan huruf yang keluar di SIAK. Harusnya kecewa ama diri sendiri yang belajarnya gitu2 aja. Sok2an nge-deadline padahal gak mampu. Ups.

Mau minta lebih? Yha gausah lah. Nyadar diri aja. Hargain orang lain yang usaha maksimal. Gak adil kan kalo yang usaha maksimal dapet nilai yang sama dengan gue.

Mau seneng? Yah gampang puas banget sih. 


Terus aing kudu gimana?



Ga tau.


-----------
Sesungguhnya gue gatau knp gue nulis ini-_-

Nyaman?

Ya. Kondisi yang paling pas dan nyaman untuk berduaan dengan Sang Pencipta adalah ketika semua orang sudah/masih terlelap tidur. Lampu dimatikan. Gelap. Hanya ada aku dan Dia.

Perlahan-lahan doa dipanjatkan. Semakin lama semakin terasa nikmat. Dari hal-hal general hingga hal-hal sensitif dan mendetail, semua tercurahkan. Nikmatnya memohon dan bercerita kepada Yang Memiliki Segalanya dan Yang Maha Mengetahui.

Tapi, seberapa sering diri ini bisa sampai pada titik 'nyaman' tersebut? 

Ketika semua orang terlelap tidur, rasanya ingin pula ikut tidur. 
Ketika semua orang masih terlelap tidur, rasanya ingin pula melanjutkan tidur.

Ah, diri ini memang lemah. Untuk mencapai titik 'nyaman' saja masih butuh perjuangan. Bagaimana ketika nanti dihadapkan untuk mencapai suatu titik 'ketidaknyamanan'? Atau mungkin, diharuskan berkorban untuk 'ketidaknyamanan'? Yakin kuat?



10.38 PM
Gelap. Semua sudah tidur.

Sunday, 7 June 2015

First priority?

I know this rarely happens, but yesterday I had a deep conversation with my mom. Long story short, it was about my family's current condition. It all started around 3 years ago, but is getting worse througout these last 2 years. I basically had no idea what to do about it, nor know whether there is actually something i can do to help anyway. 

Happily, there was the answer;

'Put him on your first priority'

Friday, 5 June 2015

2013 v 2015



2 tahun lagi foto bareng pas kelulusan ya ;p
"Mau dikasih apa?"
"Gak pengen apa2. Cuma pengen papa bisa cuti (dari kerja)"


------------


Waktu sehat jarang bersyukur. Giliran sakit baru sadar betapa nikmatnya sehat. Abis itu nyesel. Repeat.


-----------


Niatnya mau selesein semua tetek bengek per-KP-an pagi ini, siangnya rapat pleno, malemnya ONT.

aaaand

Semua rencana gagal. Cuma bisa berbaring di kasur.


Tuesday, 2 June 2015

Sepertinya saya akan mengulangi salah satu kesalahan terbesar saya di semester 2, and I'm just gonna blame myself all over again. Hiks. 

Ah sudahlah, nanti aja dipikirinnya. Mari ganti topik. Ohiya, mau ngingetin aja, pas maba berat gue gak nyampe 50 kg loh 
#justsoyouknow #lifeasengineeringundergradisprovedtohelpgainingweight

Akhir-akhir

Akhir-akhir ini hampir selalu pp ke rumah (pulomas). Capek sih, capek di jalan. Mau gak mau harus ngikutin arus orang2 kantor. Tapi setidaknya urang bisa beristirahat dari kemonotonan(?); ui - kalibata - ui - kalibata.

Akhir-akhir ini (sejak 3 hari yg lalu) urang jadi bisa rada ceria, karena akhirnya punya waktu juga untuk istirahat. Istirahat otak + batin dan sempet main dota sekurang2nya 6 jam sebagai bonus.

Akhir-akhir ini jadi suka iseng nyari jurnal tentang parenting. Bukan kode woiii, bukaan. Ini semua gara2 (entah kenapa) tiba2 inget dulu papa pernah beli buku judulnya 'Nanny 911', mengingat kondisi kerukunan urang jeung si ande yang sangat memprihatinkan. Terus sekarang jadi penasaran aja, siapa tau ada kiat2 antisipasi sejak dini(?)



Hello, daritadi ngomong kata 'akhir', padahal UAS belum berakhir weiiii. Bye.