Friday, 23 December 2016

Currently in a phase when you cannot really sleep at night without being interfered by those graphs, data, and journal articles inside your dreams.

Currently in a phase when doing high intensity interval training is considered as an entertainment--strangely.

Currently in a phase when small chunks of dark chocolate could give significant impact on your mood--yay.

Well, that's a thing.

Another thing is that I have successfully changed my sleeping pattern for the past few weeks, transforming myself from a night-owl to be an early-bird. It turns out that being an early riser has its own pleasure. The feeling of watching Fajr through the window whilst enjoying a cup of vanilla tea and overnight oats is extremely relaxing, bringing up the mood to get ready for a long and exhausting day :]

---

H-1 penentuan.

Sunday, 11 December 2016

higher level

Kebiasaan akhir tahun, biasanya sering iseng baca-baca post tahun-tahun sebelumnya di blog ini, di blog sana, di blog itu, di buku coret-coretan waktu SMA, di notes hp, dan di laptop.

(ya, cara paling mudah untuk merapikan pikiran yg kusut adalah nulis2 random di manapun)

Jadi geli sendiri,

Dulu....
Sebegitu takut kah gue akan UN SMP?
Sebegitu takut kah gue akan dunia SMA?
Sebegitu bimbang kah gue memilih untuk lanjut kuliah?
Sebegitu pusingnya kah gue menghadapi uts?
Sebegitu susahnya kah matkul aljabar linear?
Sebegitu seram kah presentasi di depan dosen?

---

After all, kesimpulan yang bisa diambil dari semua ini adalah everything that happens in this life is all about achieving a higher level; of everything, in many context.

Ketika maba rasanya uts adalah sebuah ujian yang 'wow', soal-soalnya serem, harus belajar banget. Namun seiring dengan banyaknya badai cobaan-cobaan yang lebih 'wow' selama sekian semester berkuliah, uts bukan lagi menjadi sesuatu yang sangat 'wow', melainkan hanya sebuah fase yang yaudah-lewatin-aja-ntar-juga-kelar.

Sama halnya dengan begadang. Dulu waktu masih sekolah, belajar hingga melebihi jam 12 rasanya sudah sangat dewa, udah capek banget. Namun seiring dengan bertambahnya beban pekerjaan selama berkuliah seperti laprak dan tugas-tugas lainnya, lama-lama staying awake until the sun rises again becomes a not-so-special thing. (Belum lagi rapat-rapat dan agenda-agenda eksplorasi :p)

Sama halnya dengan membaca jurnal, dulu rasanya baca satu jurnal itu sangat memusingkan, banyak istilah-istilah baru yang aneh-aneh. Sekarang? Rasanya tiap minggu mau gak mau harus ada jurnal yang dibaca--unless tugas akhir gak akan berprogress. Jurnal-jurnal dari berbagai disiplin ilmu pun jadi terasa menarik untuk iseng-iseng ditelaah.

Sama halnya dengan berorganisasi, pada awalnya terasa seperti gak tau harus apa, buta. Bingung harus ambil keputusan yang mana, belum tahu medan. Memilih untuk 'iya aja' sama semua yang dibilang orang, selain untuk menghindari pertikaian, juga karena belum punya dasar untuk mendebat. Tapi lambat laun, seiring dengan banyaknya masalah-masalah yang harus dihadapi, kita semacam 'dipaksa' oleh keadaan untuk menghadapi berbagai pilihan sulit dan menyelesaikannya secara bijak. Adu argumen pun terasa sah-sah aja. No hard feelings.

Sama halnya dengan bermain piano, dulu pernah sampai nangis dan gak berani dateng ke tempat les karena belum lancar mainin Gurlitt (yang pernah belajar piano klasik pasti ngerti betapa kejamnya buku ini :"). Sekarang, membaca not balok terasa begitu mudah, jari-jari bisa dengan lentiknya digerakkan untuk memainkan tuts2 piano.

Sama halnya dengan bermain dota, di mana saat early game, kita harus bolak balik makan pohon (?) supaya health-nya gak habis, nabung mana, creep farming. Tapi seiring dengan banyaknya duit yang didapat, tambah canggihnya item-item yang dibeli, pada late game kita bisa fokus untuk melakukan hal lebih besar yaitu menyerang hero lainnya dan menghancurkan tower, tanpa perlu risau dengan health dan mana karena mereka secara otomatis akan bertambah (up to certain point).

Dan masih banyak lagi….

Mungkin suatu hari nanti, ketika sudah berada di level yang lebih tinggi, gue akan tersenyum sembari ngetawain diri gue saat ini yang sedang terseok-seok menyelesaikan tugas akhir.

Hehe…

Pertanyaan terakhir,

Terus bagaimana dengan keadaan ruhiyahmu, Ahaddd? Apakah terus bertambah level? Atau stuck di situ-situ aja?

Monday, 5 December 2016

Teruntuk kalian semua yang sedang berjuang,
Bersusah payah menjalankan tugas,
Memikul tanggung jawab,
Menuntaskan amanah,
Menyelesaikan apa yang jadi kewajiban,
Merangkai harapan,
Menata masa depan,
dan lainnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa jaga kesehatan, ya :)
Jangan pernah lupa bahwa kesehatan adalah investasi terbesar untuk hari esok...

HEHE
HEHE
HEHE

Thursday, 24 November 2016

Abstrak

Aku tidak paham

Semua ini merupakan abstraksi
Abstraksi asing yang tak kumengerti

Aku masih butuh banyak belajar

Bukan belajar failure analysis
Bukan belajar superalloy
Bukan belajar refraktori
Tapi belajar untuk menjadi lebih peka
Belajar menerjemahkan rasa-rasa
Belajar mencerna abstraksi

Belajar untuk memahami, bahwa tidak hanya aku sendiri yang ingin dipahami.



Thanks to you.

Saturday, 19 November 2016

curhat tengah hari tebok

"Ahadya, kamu kurusan banget ya sekarang. Perasaan pertama kali saya lihat kamu, kamu gemuk"
"HEHEHEHEHE, makasih, Bu…"

Sebuah percakapan singkat setelah bimbingan skripsi, yang berhasil mengubah mood 180 derajat.


Ngomong-ngomong soal skripsi, SEKARANG SUDAH MEMASUKI TANGGAL 20, SODARA-SODARA. Hanya tersisa 40 hari untuk gue menyelesaikan semua ini. Semua ini. 

Sejujurnya,
Gue clueless.

Timeline ngecor mundur sebulan, otomatis heat treatment-nya juga. Senin depan baru mulai solution treatment sample ke-3. Padahal perhitungan terburuk awalnya adalah semua sample selesai hari senin. (berarti ini apa? Lebih buruk daripada yang terburuk? HA….)

Belum metallografi…
Belum karakterisasi…
Belum kalo hasilnya kenapa-kenapa……………………………….

GAK.
Gak boleh nyerah
Jutaan sarjana di dunia pernah melewati tahap ini, dan mereka bisa. Dan lo gabisa, Ad? Malu lah.

Wednesday, 2 November 2016

Di saat gue harusnya fokus preparasi pengujian dan karakterisasi sample untuk skripsi, gue malah tenggelam dalam dunia baru yg mencuri ketertarikan gue: transportation policy.

Di saat gue seharusnya menghabiskan waktu untuk studi literatur, gue malah nonton drakor sageuk berpuluh-puluh episode.

Di saat gue harusnya jaga badan dengan mengkonsumsi makanan yg sehat, gue malah gak bisa memendan keinginan untuk membeli baso tusuk penuh MSG setiap jalan menuju stasiun.

Di saat gue harusnya memikirkan plan jauh ke depan, gue malah berkutat dengan penyesalan.

Di saat gue harusnya tidur, gue malah nulis ini.


Maunya apasi, Ad?

Sunday, 9 October 2016

just some bullet points



  • October 8, 2016. I took the IELTS test (academic module) provided by the British Council. I just recovered from a fever the night before, so I wasn't in my best state. Fortunately, all 3 parts of test went as expected. I know it wasn't the best that I could give, but despite of my condition, I feel like forgiving myself. However, the writing part was an exception :( as we were given 2 tasks, I managed to focus on the second one first as it weights double score. I started to panic on the last 20 minutes, and in the end I wasn't able to finish both task 1 and task 2-_-

  • October 2, 2016. FINALLY reached the 50th episode of Six Flying Dragons!! After all these months, I finally meet the end :" Overall, i'm definitely satisfied with Yoo Ah In's acting (as always). My fav character is Moo Hyul, a sincere and straightforward commoner who later becomes a warrior. I love how he developed throughout the episodes. As for the story, it's a Sageuk (drama based on historical events) after all, so you can never expect a happy ending because that's how life is #yea. I'm not going into the detail because i think it would be lengthy and it might need a separated post. Anyway, I discovered a fan site that contains such a complete comparison of events and characters between those on SFD episodes and the real ones. It's so cool, bro, go check it out




  • September 30, 2016. The tilting furnace used for the final project had broken..... Somehow, there happened to be A HOLE on its crucible's edge. I think it's due to frequent abrasion with the stirrer and also our harsh reckless treatment towards it. Idk tho. Long story short, everything needs to be paused until i-dont-know-when. Obviously not a good thing.


Saturday, 6 August 2016

Pra-MP

(Udah lama gak curcol, jadi mandeg gak tau mau mulai dari mana)
(Post ini menceritakan tentang pra-Musim Pengembaraan!--bukan tentang MP-nya itself wqwq, sorry)

----

Musim Pengembaraan (MP) merupakan salah satu kegiatan KAP* FTU* (pecinta alam di FT) yang diadakan setahun sekali. Singkatnya, MP merupakan wadah untuk mengaplikasikan materi-materi operasional yang telah dipelajari selama latihan rutin (latrut) maupun pra-operasional, sesuai dengan divisi masing2. Gue sendiri di divisi caving. Nah, kalau sudah berhasil melewati MP, istilahnya lo udah jadi ‘jebolan’ MP. Gitu.

Hmmm, cerita sedikit, tahun lalu gue gak bisa ikut MP karena kebetulan bertepatan dengan Kerja Praktek. Sedih sih, soalnya dulu motivasi ikut pra-ops ya supaya bisa ikut MP hehehe. Tapi ya sudah lah, sometimes the only choice you have is to choose between two, ga boleh maruk :p

Pulang KP, mulai semester baru, mulai sibuk dengan akademis dan kehidupan ke-legislatif-an #yea.

Gak kerasa udah libur lagi.
Gak kerasa udah masuk semester baru lagi; semester 6.

Terus kepikir,
‘udah PAB baru ya? Yampun gue kemana aja.’
‘udah lama banget gak main ke sekret.’
‘udah mau tingkat akhir masa belum ‘jebol’?’

Oke, fix, tahun ini harus ikut MP!

Masuk akhir semester 6, di mana orang2 pada mulai latrut dan pra-ops, gue sibuk dengan sidang seminar dan perintilannya. Sampai H-14 keberangkatan, gue gak ada persiapan apa2. Berbekal ingatan materi pra-ops tahun lalu, dengan harap2 cemas gue minta izin ke kepala divisi caving (sesuai saran Dinda dan Durra) supaya boleh ikut MP daaaaan, boleh! Terima kasih, Kito!

Singkat cerita, di waktu yg singkat itu gue—dibantu oleh kedua junior lainnya dari divisi caving—mengejar materi-materi; SRT, intermediet, deviasi, mapping, dll. di sela-sela ngecor di lab buat skripsi. Terima kasih, Dede dan Galon..

Hingga akhirnya, di sore hari pada 27 Juli 2016, gue dan rombongan MP lainnya berangkat (setelah paginya w ngecor dan bermandikan keringat). Untung, 3 hari setelahnya gue berkesempatan untuk mandi di sekret kampus orang. Ha.

Salam hangat,

Saturday, 9 July 2016

Dalam diam aku bertanya

Kenapa aku?

Dinginmu tidak menjawab

Dalam gelisah aku bertanya lagi

Kenapa aku?

Dinginmu tetap tidak menjawab

Ah, apa harus ku cari tahu sendiri?
Apa harus ku pelajari sendiri?

Senyummu tersungging kemudian









Sialan, kau.

Thursday, 30 June 2016

2/3-way


Foto di atas diambil seusai sidang seminar proposal skripsi pada hari Selasa, 28 Juni 2016 kemaren bersama grup A356*. Gue dapet giliran pertama dan sidang berlangsung kurang lebih 40 menit. Semua terjadi begitu dinamis. Dapet penguji yang jago banget di bidang yang gue gak paham-paham amat. So, you can guess what happened next. But in the end, I was so grateful and relieved that the examiner did give so much meaningful suggestions and advice for further practice (and revision). 

Foto di atas diambil 5 hari setelah laptop gue tiba-tiba bluescreen di tengah-tengah ngerjain revisi. Terus setelah force shutdown dan dinyalain lagi, yang muncul malah BIOS. CRY..................................

Foto di atas diambil 9 hari setelah tragedi panik tengah malem, di mana gue baru halfway finished, terus dikabarin kalo harus ngumpulin draft keesokan harinya. Langsung, gue ngehub Hana. Walau nun jauh di sana, she was the one facing the exact situation than I was. Kemudian, gue berdoa minta dikuatkan dan dimudahkan, abis itu gue bobo. Ya, bobo. Gue memutuskan untuk menyelesaikan urusan psikologis gue dulu, baru kemampuan kognitif gue bisa di-utilize lagi lol.

Foto di atas diambil 11 hari setelah gue mendapatkan pencerahan dari Enin (nenek) tentang apa itu 'sikap ilmiah' dan tanggung jawab orang berilmu. Percakapan sehabis shubuh yang kembali menampar dan mengingatkan gue kalau semua ini adalah kesempatan, tapi di satu sisi merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Foto di atas diambil 2 minggu setelah gue demot abis-abisan, di mana gue melarikan diri ke bandung dan menghabiskan 10 hari di sana. Gak ngapa2in, cuma tidur-sahur-nonton-tidur-buka puasa-nonton sampe bego. Gak pengen ngecek hp, takut ada yang nyariin. Gue gak tahu apa yang terjadi sama diri gue sebenernya. Dasar, lemah. 

After all, semua ini proses, kan? The biggest lesson is obtained from the process, isn't it? So, with this kind of process, what did you get, Adya? Are you quite satisfied or regretful instead?



*A certain type of aluminum cast alloys under 3xx.x series, used as matrix material within the research


Wednesday, 29 June 2016

One day in june 2016


Kebahagiaan tersendiri ketika kedua cemet berhasil menyatukan para well-known omdo's metal pi 13 dalam satu kesempatan yang langka, sebelum pada mencar-mencar. Semoga bisa terjadi lagi, suatu hari nanti.


But anyway, I wish you guys good luck for everything you'll be pursuing later! Doain skripsi w lancar jg yak wekawekaweka
.
.
.
.
.
Yah, walaupun gue tau lu pada gak bakal ada yang kepo dan nemu blog gue. Bye.

Tuesday, 7 June 2016

gone

I just accidentally deleted a locked-notes application on my phone. I cannot explain how screwed up I am now alksjdhfliuydfgnsjerlhjdf.
Writing of hundreds of scattered thoughts of mine, thoughts that aint to be shared to anyone but me, had just gone away. Away. Awaaaaaaaay...................

Ok, udah, makin diinget makin sakit.

la procrastinazione

sejam lagi deh, beres2 dulu

tanggung, 10 menit lagi

tiduran bentar deh, agak ngantuk (ketiduran beneran)

cek hp bentar (lasts 45 minutes)

satu episode dulu deh, abis itu baru lanjut

endingnya bikin kepo. satu episode lagi deh. satu doang

[REPEAT 3X]

kok ngantuk ya

eh kok udah jam segini aja sih

sekalian besok aja deh kerjainnya

[REPEAT EVERYDAY]

Saturday, 21 May 2016

cepat

"Semester ini kok lebih cepet dari biasanya, ya. Udah mau UAS aja," menjadi kalimat yang dikatakan berulang-ulang setiap akhir semester sebelum UAS, sejak semester 1 sampai semester sekarang. Kesimpulannya, semakin semester tua, akan terasa semakin cepat.

Lalu, di waktu yang berjalan semakin cepat ini, kamu sudah berbuat apa?

Saturday, 7 May 2016

grey sides

I know i rarely say this but i just want to say thank you for letting me realise that life isn't always black or white. There are always grey sides in everything. It's usually unseen, but it's actually there, and you taught me how to see it--in many ways. More importantly, to understand and eventually accept it.

So, thank you.

Saturday, 12 March 2016

J.K. Rowling reading the first chapter of Harry Potter and the Deathly ...

Harry Potter and his Wizarding World have been an immense part of my childhood, just like they have been to many people out there in this world as well. Tonight, in between finishing parchments of assignments, I surfed the internet and found this video. It genuinely made me happy listening to this, as I imagined going back to my 6th grade memories.



Baper enough, though.

Baper juga, gak?

Hmm





Tuesday, 8 March 2016

Go on, go on..

So, it has been 3 months since the i started doing this. It's been such a change in my life, as i passed this 'challenge'. I cannot say much but i'm proud of myself that i'm actually able to go through the hardest first part and keep maintaining until now.

Progress? Yes. I AM progressing. And I will keep on progressing. I'm not stopping.

As I said before, it wasn't easy at first. A part of me was such a hindrance for the other parts of me. However, as i solemnly believe; consistency does count. Consistently push myself, perhaps until it reaches its limit.

Anyway, today's my birthday. LOLLLLL. Yaudahsi.

Wednesday, 2 March 2016

"Cukuplah mendung ini berakhir di Februari, jangan lagi berlarut. Karena kemarau sabar menghitung jatuh, sedangkan Juli, terlalu banyak berhutang cerita," ujar seseorang yang menghendaki kata-katanya untuk dikutip di sini.


Yaudahlahya.

Wednesday, 10 February 2016

Bien Confundida

Have you ever felt acutely confused?
Mightily confused that you have no idea how to figure it out yourself?
That you cannot even define what it is,
what makes you confused,
what's the object,
what's the subject,
what's the dark magic behind it,
what's the materials,
what's the method,
what's the matrix,
what tools are involved,
what kind of cheese it contains,
and
what the hell am I saying?

Saturday, 6 February 2016

"kalo yg ngeladenin si bocah masih bocah juga, ya ibarat nyari ketek ular. Gak bakal ketemu. Salah satunya mau gak mau harus jadi yang ‘dewasa’"

Wednesday, 3 February 2016

Untitled curcol

Cukup banyak hal yang berubah dari diriku setelah sebuah kertas tertanggal 9 januari 2016 itu menamparku.

Bertahap, aku belajar memahami, menerima, walau tak jarang juga mempertanyakan. Tapi pada akhirnya, hal terbaik adalah mempertimbangkan dan memutuskan ‘apa yg harus dilakukan? ‘ daripada berkutat pada pertanyaan-pertanyaan ‘kenapa’.

Bismillah aja, Allah Maha Tahu, Allah Maha Kuat.

Hehe hehe hehe hehe

Sunday, 10 January 2016

Sebuah cerpen dan puisi

Pagi tadi, gue membongkar isi laci-laci yang ada di kamar, kemudian menemukan sebuah binder kecil yang cukup tebal, bergambar Snoopy di sampulnya; binder kesayangan waktu SD. Ketika gue buka, ternyata binder tersebut berisi cukup banyak tulisan dan coretan doodles, dan didominasi oleh cerpen dan puisi. Wow, gue bahkan gak inget kalau ternyata waktu SD gue suka nulis .-.

Dari apa yang gue baca melalui tulisan-tulisan itu, sejujurnya gue gak ngerti apa yang ada di kepala seorang Ahadya yang berumur sekitar 8 tahun pada saat itu, karena cerpen2 dan puisinya……………absurd. Bukan absurd sih, ya, aneh aja. Nih gue coba type ulang salah satu cerpennya. Naskah asli, tanpa suntingan.

Pada suatu hari, ada seorang anak. Dia bernama Pipil. Dia adalah anak seorang koruptor yang sangat kaya. Tetapi, keluarganya tidak tahu bahwa ayahnya adalah koruptor. Maka, mereka tenang-tenang saja.
Pada hari Rabu, Pipil sakit pilek. Tetapi, dia malas membersihkannya. Mentang-mentang dia kaya. Akhirnya, ingusnya mengering. Jadilah upil. Meskipun sudah begitu, dia tetap tidak mau membersihkannya. Sampai-sampai, teman-temannya jijik melihatnya, mendekatipun tidak mau. 
Pada suatu sore, Pipil dan keluarganya sedang santai bareng. Tiba-tiba, datang banyak polisi ke rumahnya. Bapaknya langsung panik. Lalu dia pura-pura tidak tahu. 
“Wah, ada apa ini?” kata bapak pura-pura tidak tahu.
“Tidak ada basa-basi! Angkat tangan!” kata polisi dengan keras.
Dengan rasa panik, Bapak menjawab sambil mengangkat tangan, “Memangnya saya kenapa?!”
“Bapak adalah koruptor! Bapak sedang dicari-cari oleh polisi,” kata pak polisi dengan keras dan suaranya membuat orang ketakutan. Tiba-tiba, Pupil langsung sadar ternyata uang yang banyak itu adalah hasil korupsi. Tanpa berpikir panjang, dia langsung ingat akan upilnya yang menjijikkan. Akhirnya dia pura-pura jalan mendekati polisi. Polisi pun langsung menoleh kepadanya dan langsung mundur karena jijik pada upilnya. Polisi-polisi pun dikejar-kejar sampai capek. Dan akhirnya, polisi-polisi itu langsung melempar pistolnya dan berlari kabur. Lalu bapaknya meminta maaf pada semua dan akan menanggung ganti ruginya sendiri. Untungnya Pupil sadar. Dan kini, dia langsung membersihkan isi hidungnya yang penuh.


Apa yang ada di pikiran gue saat itu? Bisa-bisanya gue menggabungkan dua poin yaitu ‘koruptor’ dan ‘upil’ dalam satu tulisan.

Dan berikut salah satu puisi yang gue tulis, judulnya ‘Gigi yang Sehat


Gigi…
Kau berada di dalam mulutku
Kau tak pernah mengeluh bila
Aku beri makanan yang pedas
Maupun tidak enak

Gigi…
Bila engkau taka ada
Aku tak bisa makan
Maupun berbicara

Gigi…
Engkau harus kurawat setiap hari
Dan bila gigiku copot
Aku akan menyimpannya


Plis. GIGI??? Like there was no other things in this whole universe untuk dijadikan puisi.

---
Well, apart from my extreme absurdity, I think I should be proud with the fact that I used to be able to write stories since I was so little, right? Justru harusnya gue introspeksi diri kenapa sekarang kalau disuruh nulis esai pake Bahasa Indonesia yang baik dan benar suka langsung mandek. Satu hal lagi, my handwriting was still considered neat back then :” I don’t know what happened to me that made me end up with today's unforgivably messy handwriting.