Monday, 19 January 2015

Laki-laki Pemecah Batu

Upik adalah seorang laki-laki pemecah batu. Pekerjaan ini berat, dan dia bekerja keras; tapi upahnya kecil dan dia tidak merasa puas. Dia mendesah karena kerjanya berat, lalu dia berteriak, 'Oh, seandainya saja aku kaya sehingga bisa beristirahat di atas balai-balai berkelambu.'

Lalu, turunlah malaikat dari surga dan berkata, 'Terjadilah seperti yang kau katakan.'

Lelaki itu menjadi kaya dan beristirahat di atas balai-balai berkelambu sutra merah.

Lalu, Raja negeri itu lewat, diiringi pengawal berkuda di depan dan di belakang keretanya. Payung emas nan indah menaungi sang Raja.

Begitu lelaki kaya tadi mendengar berita ini, dia merasa sedih karena tidak memayungi kepala-nya dengan payung emas, dan dia tidak merasa puas. Dia mendesah dan berteriak, 'Aku ingin menjadi raja.'

Lalu, turunlah malaikat dari surga dan berkata, 'Terjadilah seperti yang kau katakan.'

Dan, dia menjadi raja. Di depan keretanya ada banyak penunggang kuda, di belakang keretanya juga ada para penunggang kuda, dan payung emas memayungi kepalanya.

Lalu, matahari bersinar sangat garang dan membakar tanah sedemikian rupa sehingga rerumputan mengering.

Dan, Raja mengeluh karena matahari membakar wajahnya dan lebih berkuasa daripadanya; dan dia tidak merasa puas. Dia mendesah dan berteriak, 'Aku ingin menjadi matahari.'

Lalu, turunlah malaikat dari surga dan berkata, 'Terjadilah seperti yang kau katakan.'

Dan, dia menjadi matahari. Dia mengirimkan cahayanya ke atas dan ke bawah; ke kanan dan ke kiri--ke mana-mana.

Dan, dia membakar rerumputan di tanah, serta wajah para pangeran yang berada di bumi.

Lalu, muncullah awan di antara dirinya dan bumi, dan cahaya matahari terpantul kembali.

Dia marah karena kekuasaannya ditentang. Dia mengeluh bahwa awan ini lebih berkuasa daripadanya. Dia pun merasa tidak puas.

Dia ingin menjadi awan yang begitu berkuasa.

Lalu, turunlah malaikat dari surga dan berkata, 'Terjadilah seperti yang kau katakan.'

Dan, dia menjadi awan. Dia menempatkan dirinya di antara matahari dan bumi, dan menyerap cahaya matahari sehingga rerumputan menjadi hijau.

Lalu, awan itu berubah menjadi tetes-tetes besar hujan di bumi dan membuat sungai meluap, lalu banjir itu menyapu kawanan ternak.

Dan, awan itu merusak ladang dengan begitu banyak air.

Lalu, hujan jatuh di atas batu yang tidak bergerak dan bergemuruh dalam aliran deras, tapi batu itu tetap bergeming.

Awan itu pun marah karena batu itu tetap bergeming; dan karena kekuatan alirannya tidak berarti.

Dia tidak merasa puas.

Dia berterak, 'Batu ini lebih berkuasa daripadaku. Aku ingin menjadi batu ini.'

Lalu, turunlah malaikat dari surga dan berkata, 'Terjadilah seperti yang kau katakan.'

Dia menjadi batu dan tidak bergerak ketika matahari bersinar ataupun ketika hujan turun.

Lalu, datanglah seorang lelaki yang membawa beling, pahat tajam, serta palu besar, dan memecah batu.

Batu itu pun berkata, 'Apa ini? Lelaki itut lebih berkuasa daripadaku, dan memecah batu dari dadaku.'
Dan, dia merasa tidak puas.

Dia berteriak, 'Aku lebih lemah daripadanya, aku ingin menjadi lelaki itu.'

Lalu, turunlah malaikat dari surga dan berkata, 'Terjadilah seperti yang kau katakan.'

Dan, dia menjadi pemecah batu. Dia memecah batu dengan kerja keras dan dia bekerja keras untuk upah yang kecil. Dia merasa puas.



cerita Max Havelaar kepada Duclari, Verbrugge, dan Tine dalam buku Max Havelaar: Of the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company

Thursday, 15 January 2015

3rd semester highlights

I realised that the last post in 2014 was in last semester's holiday, and the next post was in 2015 already, so I missed the whole 3rd semester. I decided to make a quick review about what happened on my 3rd semester (which happened to be my best semester so far), sooo here is my 3rd semester highlight:

one

I took 19 credits, 6 of them were lectured by prof S*t*p* which I honestly don't know whether it should be taken with gratefulness or disappointment. Ohiya, pas hari terakhir UAS, sekelas pada pake batik dan ngasih plakat gitu wkwkwk ngide abis tapi "berhasil" sih




two

Happily, I can say that I successfully increased my average GPA quite significantly last semester (after a really disappointing 2nd semester GPA), so I'm really happy :) anyway, one thing I learnt for sure during this semester; consistency does count!


three

I am now officially a kura-kura muda K*P* FTUI! I'm so proud of myself for being able to pass through every single thing at PAB. Starting from that freaking scary lapor moment at lapangan voli, having no food and trying to survive with the team, tidur sambil menggigil karena baju basah, tidur di bivak yang ancur, until the inauguration hahaha

four

I signed myself up to be a candidate of M*M FTUI 2015. To be honest I didn't know exactly what moved me to sign up at the first place. All I know is that I wanna be that one who rules and make some changes, but not the one who executes. Simply, I wanna be the brain, not the body (?) The idea hadn't even come up even until I finished making some requirement essays. Just about several days before ekplorasi, I eventually come up with the basic idea of why I signed myself up, and that really helped me to force myself to keep going (during those hard times).



.........(to be continued)



a day at home



I spent this whole day at home. Tumben ya, biasanya bolak-balik kampus ngurusin ini itu. Kebetulan emang lagi sakit hari ini. Suara habis. Kecapekan ngurus "kakak" a.k.a prof h*r* hermansy*h, perhaps? HAHAHA gak dengg

So today wasn't really productive, but that's okay. I'm on holiday after all :p but at least i didn't spend too much time on bed though. I still managed to do some house chores (dikit doang), while keeping in mind that this would help me burn some calories. But at the end of the day, i stepped on the scale, and my weight turned out to be........yagitudeh

Agak sedih.

but after all, I'm happy today. Life has always been something that everyone should be grateful for.

Tuesday, 13 January 2015

THIS


J-2.5

Post ini ditulis 2.5 jam sebelum gue (seharusnya) ketemu "kakak". Atau mungkin jadinya ketemu mas al* aja karena "kakak"-nya masih ngambek.......? Entahlah. Yang penting siapin mental aja dulu. Dan yang terpenting, be gentle and admit that I was wrong, ga usah mikirin pembelaan.


---sepotong pesan dari ketua komisi keuangan---

Salah itu biasa dan wajar kalo berhadapan sama bapake kok, sekretarisnya aja juga sering gitu hehe 😊
Yang penting kita tau dan sadar kalo kita salah, kita ngaku, minta maaf, dan gak kabur dari kesalahan itu 😊
Dan yang paling penting "...kalian mahasiswa itu masih boleh salah, yg penting jangan sampai ada dusta di antara kita..." --kakak, 12 jan 2014


Btw suara gue belum balik nih HELP

Friday, 9 January 2015

Menjaraklah sedikit.
Bukankah tanpa jarak, tak akan terjadi momen?
Bukankah tanpa jarak, tak akan terjadi gerak?
Jadi mari bergerak bersama,
tetap ciptakan momen bersama,
Sembari tetap menjaga jarak kita.


dikutip dari blog seorang teman, sebut saja Atika Widiastuti

Thursday, 8 January 2015

berlayar

Maha suci Engkau
Dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaan-Nya yang tenggelam
Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah

Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu
Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai jangkar dalam setiap badai dan cobaan

(Ali bin Abi Thalib ra)


pesan dari seorang teman di wa pada pagi hari di hari jumat

Saturday, 3 January 2015

first post in 2015

Hello, January!
Soooo, this is the first post in 2015, i suppose. Nothing's different though :))

To be honest I don't know exactly what to write, but since I have quite much free time, so I decided to open this blog and try to write something. Until these fingers are about to finish typing this sentence, there's still nothing popping up inside my mind, anyway. So, let's just leave this page for a while, open a new tab, and play pottermore ;)

===========================

5.47 PM
Anyway, I'm on my day off from academic life. But it feels like last semester hasn't finished yet because my scores aren't completely published yet. Few days ago, my GP or IP showed one single beautiful number, something I called as a 'perfection'. But unfortunately, yesterday, another score was published and it RUINED that beautiful number :'(

Baper.

Speaking of my academic life, last semester (which is my 3rd semester) was kind of my best semester so far. The main reason is that because there's no longer MKDT (mata kuliah dasar teknik) subjects huahahaha. I'm starting to study subjects referring to the core competence which is metallurgical and materials engineering, so things are getting more interesting and harder, but somehow applicable.