Friday, 26 June 2015

Nyaman?

Ya. Kondisi yang paling pas dan nyaman untuk berduaan dengan Sang Pencipta adalah ketika semua orang sudah/masih terlelap tidur. Lampu dimatikan. Gelap. Hanya ada aku dan Dia.

Perlahan-lahan doa dipanjatkan. Semakin lama semakin terasa nikmat. Dari hal-hal general hingga hal-hal sensitif dan mendetail, semua tercurahkan. Nikmatnya memohon dan bercerita kepada Yang Memiliki Segalanya dan Yang Maha Mengetahui.

Tapi, seberapa sering diri ini bisa sampai pada titik 'nyaman' tersebut? 

Ketika semua orang terlelap tidur, rasanya ingin pula ikut tidur. 
Ketika semua orang masih terlelap tidur, rasanya ingin pula melanjutkan tidur.

Ah, diri ini memang lemah. Untuk mencapai titik 'nyaman' saja masih butuh perjuangan. Bagaimana ketika nanti dihadapkan untuk mencapai suatu titik 'ketidaknyamanan'? Atau mungkin, diharuskan berkorban untuk 'ketidaknyamanan'? Yakin kuat?



10.38 PM
Gelap. Semua sudah tidur.

No comments:

Post a Comment