Monday, 19 May 2014

Percayalah

Percayalah, apa yang dikatakan oleh beliau itu benar. Benar dalam arti yang sebenar-benarnya. Mungkin nada berbicara, tempat, dan waktunya memang kurang pas, tapi pada dasarnya beliau ingin kau menjadi lebih baik. Terima itu dan berterimakasihlah pada beliau!

Percayalah, ini baru permulaan. Belum ada apa-apanya, Ahadya! Dunia masih lebih keras di depan sana. Bersyukurlah masih ada yang peduli untuk menegur. Resapi dan renungkan saja intisarinya, ambil hikmahnya, tidak usah pedulikan bagaimana 'bentuk'-nya.

Percayalah, ini semua merupakan sebuah proses. Proses memang panjang, nikmati saja. Toh pelajaran yang bisa diambil memang melalui proses itu sendiri.

----------------------------------------

dammit I'm losing the old ahadya.

No comments:

Post a Comment